ILMAWA, 22 Februari 2025 – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan zaman, Kampus ILMAWA mengadakan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) . Acara ini menghadirkan narasumber utama Prof. Agus Pahrudin, M.Pd. , seorang guru besar dan dosen dari UIN Raden Intan Lampung , yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Rektor ILMAWA, Wakidi, S.Pd.I., M.Pd. yang dalam Berbagainya menegaskan bahwa pemutakhiran kurikulum berbasis OBE merupakan langkah strategi untuk mencetak lulusan yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis.
“ Dalam era globalisasi dan disrupsi teknologi saat ini, perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) menjadi solusi agar proses pembelajaran tidak hanya fokus pada materi, tetapi lebih kepada hasil nyata yang dapat diimplementasikan oleh lulusan. Dengan pendekatan ini, kita bahwa lulusan ILMAWA tidak hanya memiliki wawasan akademik yang kuat, tetapi juga pemahaman yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat ,” ujar Rektor dalam Berbagainya.
Workshop ini dihadiri oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta staf akademik kampus ILMAWA . Partisipasi penuh dari berbagai elemen akademik ini menunjukkan komitmen kampus dalam memperbaiki sistem pendidikan dan memastikan implementasi kurikulum berbasis OBE dapat berjalan dengan baik.
Dalam sesi utama, Prof. Agus Pahrudin, M.Pd . Menyampaikan materi mengenai konsep dasar OBE, perbedaan mendasar antara OBE dan pendekatan kurikulum tradisional, serta bagaimana perguruan tinggi dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih efektif dan berbasis capaian.
“ Outcome-Based Education (OBE) adalah pendekatan yang mengutamakan hasil nyata dari proses pembelajaran. Dalam OBE, kita tidak hanya melihat bagaimana siswa memahami teori, tetapi lebih kepada bagaimana mereka dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, setiap lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang dapat diukur dan diterapkan di dunia profesional ,” jelasnya.
Selain pemaparan teori, Prof. Agus juga mengajak para peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan dalam implementasi OBE serta strategi untuk menyusun kurikulum yang lebih relevan dan berorientasi pada pencapaian pembelajaran.

Dalam sesi diskusi panel, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu ( LPM ) Kampus ILMAWA, Ahmad Wahyudi, M.Pd. , juga memberikan reformasi mengenai pentingnya pendekatan OBE dalam kurikulum. Menurutnya, perubahan paradigma dalam sistem pendidikan tinggi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Namun, tentu ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti kesiapan dosen dalam mengadaptasi metode pengajaran, perubahan dalam sistem penilaian, serta pemahaman siswa mengenai pentingnya pencapaian pembelajaran. Oleh karena itu, pelatihan dan lokakarya seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa semua elemen akademik memahami konsep OBE dan dapat menerapkannya secara efektif,” ungkapnya .
Ia juga menambahkan bahwa penerapan OBE akan membutuhkan sistem evaluasi yang lebih terstruktur dan berbasis data untuk mengukur efektivitas kurikulum.
“OBE bukan hanya tentang mengubah silabus, tetapi juga mengubah cara kita mencapai keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa ada mekanisme penilaian yang tepat, baik dari sisi mahasiswa, dosen, maupun institusi,” tambahnya.
Sebagai bagian dari workshop, peserta juga diajak untuk mengikuti sesi praktik penyusunan kurikulum berbasis OBE . Dalam sesi ini, para dosen dan tenaga akademik berpartisipasi berdasarkan program studi masing-masing untuk menyusun kurikulum yang fokus pada pencapaian pembelajaran yang jelas dan terukur.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para peserta untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai cara merancang mata kuliah, menentukan hasil pembelajaran , serta menyusun instrumen penilaian yang sesuai dengan pendekatan OBE.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berlangsung selama sesi ini. Beberapa peserta menyampaikan kendala yang selama ini mereka bahas dalam menyusun kurikulum yang berbasis OBE, seperti kesulitan dalam menentukan indikator pencapaian pembelajaran serta cara menghubungkannya dengan kebutuhan industri.
Sebagai penutup, Prof. Agus Pahrudin, M.Pd. memberikan rekomendasi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh Kampus ILMAWA dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara bertahap. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, dunia industri, serta pemangku kepentingan lainnya agar kurikulum yang diterapkan benar-benar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
Dengan terselenggaranya Workshop Kurikulum Berbasis OBE ini, diharapkan Kampus ILMAWA semakin siap dalam menerapkan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan sesuai dengan standar global. Penerapan OBE diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di pasar kerja internasional.
Ketua LPM ILMAWA, Ahmad Wahyudi, M.Pd. menegaskan bahwa lokakarya ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam memperbarui sistem pendidikan di Kampus ILMAWA.
” Kami berharap setelah workshop ini, para dosen dan tenaga akademik dapat mulai menerapkan konsep OBE dalam pembelajaran sehari-hari. Ini adalah langkah awal yang sangat penting, dan kami di LPM akan terus mendukung implementasi ini dengan memberikan pelatihan lanjutan serta pendampingan kepada seluruh program studi,” tutupnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari pimpinan kampus, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan lainnya, ILMAWA optimis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, relevan, dan berbasis kemampuan pembelajaran, sehingga mampu mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
